Kelinci

Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheriyang baru ditemukan pada tahun 1972. [Baca Lebih Lengkap...]

Mulbeery




Mulbeery atau murbei atau dalam bahasa latinnya Morus, adalah sebuah genus yang terdiri dari 10ñ16 spesies pohon tertentu.
Mayoritas spesies asli berasal dari Asia. Salah satunya yang terkenal adalah di Desa Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, yang telah mencapai usia lebih dari 120 tahun.
Murbei tumbuh cukup cepat pada saat masih muda, namun kemudian tumbuh lambat dan tingginya jarang melebihi 10-15 m. Daun Murbei merupakan daun sederhana berbentuk cuping dan menggergaji di bagian tepi.
Buah itu merupakan buah majemuk dengan panjang 2-3 cm, berwarna merah bila masih mudah dan ungu tua bila ranum, dan dapat dimakan.
Murbei terutama terkenal karena dedaunannya digunakan sebagai makanan ulat sutra. Selain itu, andalas (Morus macroura), salah satu spesies, sering digunakan kayunya untuk lantai rumah atau mebel karena kuat dan keras.
Buahnya berwarna merah sampai kehitam-hitaman, dan manis, jika kami memegang sembari menekan perlahan, air buahnya akan keluar dan tertinggal bekas merah kehitaman di tangan. Warna merah kehitaman ini menandakan adanya kandungan antosianin di dalam buahnya. Walaupun buahnya kecil, murbei mempunyai kandungan antosianin yang tinggi sebagai sumber antioksidan.
Berry adalah buah berdaging yang dihasilkan dari ovarium tunggal. Jika ovariumnya matang akan menjadi perikarp yang dapat dimakan. Banyak spesies tanaman menghasilkan buah yang mirip dengan buah berry, yaitu dari keluarga rubus, vaccinium, moraceae, dan rosaceae. Berry biasanya berair, bulat atau semi-lonjong, berwarna cerah, dan manis atau asam.
Asal-usul
Buah Murbei banyak tumbuh liar pada tanah lembab dan sedikit asam, hidup di daerah subtropis yaitu daerah Afrika, Asia, dan Amerika. Murbei atau yang dikenal juga dengan nama Murbei adalah tanaman dari keluarga Moraceae berjenis Morus.
Beberapa jenis Murbei adalah Morus alba di daerah Asia Timur, Morus mesozigia di Afrika Selatan dan Tengah, Morus rubra di Amerika Utara, dan Morus insignis di Amerika Selatan.
Murbei banyak dijumpai di Indonesia, tumbuhan ini biasanya dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian lebih dari 100 m dpl, dan memerlukan banyak sinar matahari. Tumbuhan ini sering dijumpai di lereng pegunungan yang memiliki drainase baik, kadang pula sering ditemui sebagai tanaman liar di lereng-lereng pegunungan.
Sebagian besar buahnya mengandung mineral tinggi, terutama kalsium, magnesium, dan potasium. Kalsium berperan besar dalam pertumbuhan gigi dan tulang yang kuat serta memperlancar fungsi sistem saraf otot, dan jantung.
Magnesium dan potasium juga penting bagi kesehatan sistem saraf dan jantung. Mineral-mineral itu, bersama dengan zat besi dan seng, sangat penting bagi pertumbuhan sel dan kesehatan.
Murbei mengandung Cyanidin, Isoquercetin, Sakarida, Asam Linoleat, Asam Stearat, Asam Oleat, Karoten, dan Vitamin (B1, B2, dan C). Tinggi rendahnya antioksidan dalam murbei dapat dilihat pada pekat atau tidaknya pigmen antosianin (Cyanidin), yaitu berwarna merah, ungu sampai kehitam-hitaman. Buah yang telah berwarna hitam berarti mengandung pigmen yang kuat untuk melindungi tubuh dari radikal bebas.
Antioksidan
Antioksidan adalah suatu molekul yang dalam jumlah relatif sedikit dapat mencegah proses oksidasi. Dalam dunia biologi, antioksidan adalah semua senyawa yang dapat meredam radikal bebas.
Radikal bebas adalah suatu molekul yang mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan dalam orbital luarnya, termasuk enzim-enzim dan protein pengikat logam. Atau dengan kata lain, antioksidan adalah senyawa-senyawa yang mampu menghilangkan, membersihkan, menahan pembentukan, atau meniadakan efek oksigen reaktif.
Di balik bentuknya yang kecil, Murbei ternyata menyimpan segudang manfaat bagi kesehatan. Di antaranya, membantu mengontrol kadar gula darah penderita penyakit gula (Diabetes mellitus), tekanan darah tinggi, jantung berdebar, rasa haus dan mulut kering, sukar tidur (Insomnia), batuk berdahak, pendengaran yang kurang, penglihatan yang kabur, telinga berdenging, tuli, pusing tujuh keliling (Vertigo), sembelit pada orang tua, kurang darah, sakit otot, persendian, sakit tenggorokan, dan rambut beruban sebelum waktunya.
Selain itu, bengkak di mata kaki, napas pendek, dan rasa nyeri di dada akan berkurang dengan minum jus buah Murbei setiap hari. Manfaat yang baik untuk kesehatan dari buah ini harus disebarluaskan dimulai dari anak-anak sampai orang lanjut usia. ( Elisabeth Dece Sahertian /FBiologi UKSW-12)

murbei juga memiliki kasiat lain di antaranya:
Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi ; kencing manis (diabetes melitus)
Kaki gajah ; radang mata merah , memperbanyak asi (air susu ibu), keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak, kolesterol tinggi.
Cacingan, muka bengkak, sukar kencing, neurastenia, jantung berdebar, rasa haus dan mulut kering, sukar tidur, telinga berdenging, sembelit, tuli.
Vertigo,hepatitis, kurang darah, rambut uban, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit pinggang, suburkan rambut.
CARA PEMAKAIAN:
Tekanan darah tinggi, kaki bengkak
Daun murbei segar sebanyak 15 gr dicuci bersih kemudian direbus dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah dingin air disaring lalu dibagi untuk 2 x minum pagi dan sore.
Perbanyak keluarnya ASI
Daun dimasak sebagi sayur lalu dimakan dengan nasi.
Kencing nanah kulit
Akar murbei, adas pulosari dan kayu sandel direbus.
Bisul dan radang kulit
Daun segar sebanyak satu genggam cuci lalu rebus dengan dua gelas air biarkan sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin kemudin disaring, diminum sekaligus.
Rebusan daun murbei juga berguna untuk membersihkan darah jika diminum secara teratur.
Luka – borok
Cuci bersih lalu dioleskan dengan minyak kelapa. Layukan di atas api kemudian diremas2 dengan jari tangan hingga lemas. Kemduan daun dipakai untuk menutup luka. Sebelumnya luka dicuci dulu dengan rebusan akar trenguli.

Jika digigit ular
Daun murbei segar sebanyak 20 gram cuci lalu digiling halus, tambahkan 1/2 cangkir air masak, disaring dan diperas; air yang terkumpul bisa langsung diminum sekaligus.
Berkeringat malam
Daun murbei kering dijadikan serbuk sebanyak 6-9 gram kemudian direbus dengn air beras sampai mendidih, setelah dingin lalu diminum.
Rematik, ranting murbei kering sebanyak 15 gram rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring lalu diminum.
Untuk hepatitis kronis, kurang darah, tekanan darah tinggi
Buah murbei segar sebanyak 10 gram ditambah air masak 1 gelas lalu diblemder. Hasil blenderan langsung diminim sekaligus.
Jantung lemah
Buah murbei secukupnya kemudin dijus lalu minum.
Napas pendek, bengkak di mata kaki dan rasa nyeri di dada akan berkurang degan meminum jus buah murbei setiap hari.
Di luar negeri daun murbei kini telah dibuat obat suntik. Menyebabkan nyeri likal tempat suntikan, kadang menggigil, demam dan sakit kepala yg tidak memerlukan pengobatan khusus.
Pemakaian ranting dihindari bila ada sindrom defisiensi yin.Pemakaian buah sebaiknya dihindari bila sedang diare akibat dingin dan adanya defisiensi limpa dan lambung.
Komposisi
Sifat kimiawi dan effek farmakologis :
daun bersifat pahit, manis, dingin masuk meridian paru dan hati. Sedang buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. kulit akar bersifat manis, sejuk masuk meridien paru. Ranting pahit, netral, masuk meridien hati.
Kandungan Kimia
Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, betasitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa, betahexenal, cis beta hexenol, cis lamdahexenol, benzaidehide, eugenol,lanaloolbenzyl alkohol, butylamine, acetone, trigonelline, cholin, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (a,b1,c dan karoten), asam klorogenik,asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol dan juga mengandung phytoestrogens.
Murtea (teh murbei)
Teh mubei baik untuk kesehatan ginjal. Penyakit yang mungkin timbul akibat gangguan ginjal adalah sakit kepala, insomnia, darah kotor, kencing manis, keputihan, keracunan obat/makanan, gangguan narkoba, asam urat, kolesterol, pengeroposan tulang.
Selain itu, juga mencegah timbulnya penyakit-penyakit pada orang tua, menjaga stamina, mencegah stroke, menormalkan tekanan darah, menyeimbangkan berat badan, membantu menghilangkan panas dalam dan susah buang air besar/sembelit.
Bahkan teh murbei mampu menurunkan tingkat pengumpulan lemak di hati, mengandung klorofil dan vitamin C, serta menetralkan racun karena bersifat detoksifikasi.

Sumber:
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/12/21/209379/Murbei-Menyimpan-Segudang-Manfaat
http://tanamanbuatobat.blogspot.com/2013/03/seribu-manfaat-murbei-untuk-kesehatan.html
[Baca Lebih Lengkap...]


Sejarah Kelinci



Kelinci adalah hewan mamalia dari famili Leporidae, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Dulunya, hewan ini adalah hewan liar yang hidup di Afrika hingga ke daratan Eropa. Pada perkembangannya, tahun 1912, kelinci diklasifikasikan dalam ordo Lagomorpha. Ordo ini dibedakan menjadi dua famili, yakni Ochtonidae (jenis pika yang pandai bersiul) dan Leporidae (termasuk di dalamnya jenis kelinci dan terwelu). Asal kata kelinci berasal dari bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti "anak kelinci". Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mula mengenali kelinci saat masa kolonial, padahal di Pulau Sumatera ada satu spesies asli kelinci sumatera (Nesolagus netscheriyang baru ditemukan pada tahun 1972.
Secara umum, kelinci terbagi menjadi dua jenis. Pertama, kelinci bebas. Kedua, kelinci peliharaan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums)
dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus). Dilihat dari jenis bulunya, kelinci ini terdiri dari jenis berbulu pendek dan panjang dengan warna yang agak kekuningan. Ketika musim dingin, warna kekuningan berubah menjadi kelabu. Menurut rasnya, kelinci terbagi menjadi beberapa jenis,
di antaranya Angora, Lyon, American Chinchilla, Dutch, English Spot, Himalayan, dan lain-lain. Khusus Lyon sebenarnya adalah hasil dari persilangan luar antara Angora dengan ras lainnya Namun di kalangan peternak kelinci hias, hasil persilangan itu disebut sebagai Lyon atau Angora jadi-jadian.
Di Indonesia banyak terdapat kelinci lokal, yakni jenis kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatera (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam.
Berat Kelinci jawa dewasa bisa mencapai 4 kg. Sedangkan Kelinci sumatera, merupakan satu-satunya ras kelinci yang asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatera. Panjang badannya mencapai 40 cm. Warna bulunya kelabu cokelat kekuningan. Yang termasuk dalam kategori kelinci bebas adalah terwelu (Lepus curpaeums) dan kelinci liar (Oryctolagus cuniculus).

Diantaranya jenis-jenis Ras yang diakui ARBA adalah sebagai berikut :


Sumber :  http://id.wikipedia.org/wiki/Kelinci
              https://www.arba.net/breeds.htm

[Baca Lebih Lengkap...]


Kelinci Sumatra (Nesolagus Netscheri)




Sekelompok peneliti dari University of Delaware berhasil merekam gambar seekor kelinci di pedalaman hutan Sumatra. Bukan kelinci biasa, kelinci yang ditemukan merupakan kelinci belang Sumatra (Nesolagus netscheri), salah satu spesies hewan paling langka di dunia yang sebelumnya baru pernah tertangkap kamera sebanyak tiga kali saja.

Uniknya, para peneliti tidak sengaja menemukan hewan tersebut, karena mereka sebenarnya tengah mencari kucing-kucing liar seperti macan tutul, berukuran menengah dan kecil. Berhubung belum pernah ada studi yang komprehensif terkait kelinci belang Sumatra, Jennifer McCarthy, peneliti dari Department of Entomology and Wildlife Ecology, College of Agriculture and Natural Resources (CANR) menyatakan, selain melanjutkan studi mereka terkait spesies kucing-kucing tersebut, mereka juga akan fokus melakukan penelitian terhadap spesies kelinci ini.

“Ini merupakan data terbanyak yang pernah dikumpulkan terkait kelinci-kelinci ini,” kata McCarthy. “Saat ini yang kami pikirkan adalah bagaimana mencari informasi terkait berapa jumlah mereka dalam satu area dan kami berharap temuan ini bisa menjadi pemicu ke arah sana,” ucapnya.

Dalam studinya, McCarthy menggunakan sepuluh foto kelinci belang Sumatra yang didapat di dua lokasi berbeda berjarak 790 meter di kawasan Liwa, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Setelah mengumpulkan foto-foto, tim peneliti melakukan survei di antara rekan-rekan sesama peneliti yang bekerja di kawasan dilindungi lainnya di Sumatra. Tujuannya untuk mengetahui apakah mereka pernah mendokumentasikan kelinci belang Sumatra untuk mendapatkan gambaran di mana kelinci-kelinci ini tinggal.

Menurut McCarthy, kolaborasi antara berbagai kelompok peneliti spesies hewan sangat dibutuhkan karena jika tidak, mereka akan menyia-nyiakan sebuah temuan yang sangat penting.

Benar saja, McCarthy dan timnya mendapati bahwa para peneliti tidak pernah mencatat spesies tersebut. Namun, terungkap bahwa sejumlah ilmuwan di Taman Nasional Kerinci Seblat, yang terletak di empat wilayah propinsi yaitu Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatra Selatan, baru-baru ini pernah melihat kelinci itu beberapa kali.

Saat ini, McCarthy dan timnya sangat bersemangat untuk mempelajari spesies yang telah terlalu lama diabaikan tersebut. “Kami punya kesempatan bukan hanya untuk menemukan kembali spesies ini, tetapi yang penting adalah agar perhatian kembali diberikan pada spesies kelinci yang sangat langka,” ucapnya.

“Seringkali, spesies seperti kelinci tidak diperhatikan karena sebagian orang tidak tahu bahwa ada spesies kelinci Sumatra. Salah satu bagian dari melakukan pekerjaan lapangan di kawasan terpencil adalah, kita bisa menemukan hal-hal seperti ini, dan itu sangat penting bagi upaya konservasi,” ucap McCarthy. McCarthy dan timnya sendiri mempublikasikan detail temuannya di Oryx, sebuah jurnal internasional terkait kehidupan satwa liar.
(Abiyu Pradipa. Sumber: PhysOrg, Dephut)

Sumber: http://nationalgeographic.co.id/
[Baca Lebih Lengkap...]


Kelinci Sumatra (Nesolagus Netscheri)

Sekelompok peneliti dari University of Delaware berhasil merekam gambar seekor kelinci di pedalaman hutan Sumatra. Bukan kelinci biasa, kelinci yang ditemukan merupakan kelinci belang Sumatra (Nesolagus netscheri), salah satu spesies hewan paling langka di dunia yang sebelumnya baru pernah tertangkap kamera sebanyak tiga kali saja.
[Baca Lebih Lengkap...]
 
© 2013